Scroll to Top
Peluang Usaha Tips Usaha

Analisa Peluang Bisnis Oleh-Oleh Makanan

Setiap wisatawan memiliki ketertarikan untuk membeli oleh-oleh makanan sebagai tanda bahwa mereka telah mengunjungi tempat wisata. Pada umumnya, oleh-oleh yang banyak diminati adlah makanan kering yang dikemas. ketertarikan konsumen terhadap oleh-oleh makanan ini dapat di jadikan peluang untuk mendirikan toko khusus oleh-oleh. Berikut Analisis peluang bisnis oleh-oleh makanan dan proses memulai bisnisnya.

bisnis toko oleh-oleh

MEMULAI BISNIS

. Melakukan survei pasar untuk membandingkan harga dengan bisnis sejenis.
. Mencari lokasi yang strategis dan ramai.
. Mempersiapkan stok makanan oleh-oleh yang bervariatif.
. Mencari tenaga kerja yang mau bekerja keras.

STRATEGI BISNIS

Strategi bisnis oleh-oleh makanan diantaranya.
. Melakukan promosi dari berbagai media cetak, elektronik, dan online.
. Menjalin kerja sama dengan toko-toko makanan untuk menjual hasil produksi kita.

HAMBATAN BISNIS

. Persaingan yang ketat antara usaha sejenis.
. Tidak stabilnya harga beli dan harga jual karena kondisi ekonomi.

TIPS SUKSES

. Memberikan pelayanan yang menyenangkan dan memuaskan.
. Menawarkan produk yang variatif.

ANALISIS BISNIS PENJUALAN MAKANAN OLEH-OLEH

bisnis oleh oleh

a. Investasi Awal (Ia)
1) Sewa tempat Rp 12.000.000,00
2) Renovasi Rp 1.500.000,00
3) Furnitur:
. Meja 2 bh Rp 800.000,00
. Kursi 3 bh Rp 150.000,00
. Rak 3 bh Rp 1.500.000,00
4) Stok oleh-0leh Rp 10.000.000,00
5) Komputer (kasir) 1 unit Rp 3.000.000,00
6) Biaya cadangan Rp 16.000.000,00
Total Investasi Awal (Ia) Rp 44.950.000,00

b. Biaya Operasional (Bo)
1) Pembelian variasi oleh-oleh Rp 10.000.000,00
2) Perlengkapan:
. Plastik Rp 300.000,00
. Nota Rp 50.000,00
. Dus kotak Rp 200.000,00
. Selotip, gunting, cutter, dll Rp 100.000,00
3) Gaji karyawan 2 orang Rp 2.000.000,00
4) Listrik dan air Rp 300.000,00
5) Komunikasi Rp 300.000,00
6) Transportasi Rp 500.000,00
7) Promosi:
. Website Rp 1.500.000,00
. Brosur Rp 300.000,00
. Kartu nama Rp 100.000,00
8) Biaya penyusutan peralatan 5 th Rp 89.166,67
9) Biaya lain-lain Rp 500.000,00
Total Biaya Operasional (Bo) Rp 16.239.166,67

c. Analisis BEP (Break Even Point)
1) Omzet per bulan (0) 1.050 bks Rp 21.000.000,00
2) Total biaya operasional/bln (Bo) Rp 16.239.166,67
3) Laba/bln (Lb = 0 – Bo) Rp 4.760.833,33

BEP = Ia/Lb = 9,44 bulan

Asumsi:
. Asumsi harga produk oleh-oleh @ Rp20.000,00.
. Target penjualan per bulannya (30 hari) adalah 1.050 bungkus bervariasi jenisnya.
. Waktu operasional toko setiap harinya Senin-Sabtu/Minggu pk 09.00-17.00.
. Masa manfaat aset peralatan (furnitur) adalah 5 tahun (60 bulan), beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp100.000,00 adalah sebesar (Rp5.450.000,00-
Rp100.000,00)/60 bulan = 89.166,67 per bulan.

Asumsi pendapatan per bulannya:
bulan 1:700 bulan 2:800 bulan 3:900 bulan 4:1.000 bulan 5:1.300 bulan 6:1.600 Total 6.000
Rata-rata per bulan=
total asumsi/6 bulan = 6.300/6 = 1.050 bh

Simak Juga : Cara Mengetahui Keinginan pelanggan Untuk Pebisnis Pemula.

Like it? Share it!

Leave A Response